MANUSIA, JADILAH YANG TERBAIK...

MANUSIA, JADILAH YANG TERBAIK...






Menjadi seorang manusia tangguh adalah pilihan.
Manusia adalah, makhluk istimewa yang allah ciptakan dengan ciri khas akal. Manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluq Allah lainnya. Salah satu bukti keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluq Allah yang lainnya adalah, manakala Allah perintahkan malaikat dan jin untuk bersujud kepada Adam ‘alaihissalam.
Manusia adalah gabungan daripada satu kesatuan yang menyatu, antara lain ruh, jiwa, akal, dan prana/ fisik.

Menjadi mahkhluk yang terbaik diantara makhluk yang lainnya, kita sebagai manusia tak perlu berlomba. Karena pada hakikatnya, kita adalah makhluk yang terbaik daripada makhluk Allah yang lainnya. Akan tetapi, menjadi manusia terbaik diantara manusia yang lain termasuk merupakan bagian daripada fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Seperti halnya yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 148 yang artinya,
“dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesunguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dan juga seperti halnya yang disebutkan dalam surah Al-Mulk ayat ke-2, Allah SWT berfirman yang artinya,
“(Allah) yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia (Allah) menguji kamu, siapa yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”
Dari kedua contoh ayat diatas ini saja sudah tergambarkan bahwasanya Allah menciptakan kehidupan dan kematian itu sebagai suatu siklus dalam kehidupan ini dan sebagai wadah pengujian serta pembelajaran bagi manusia. Allah menjadikan kehidupan di dunia ini pun lantaran tak lain dan tak bukan juga sebagai bahan uji bagi manusia. Bahwa, akankah kegemerlapan dunia ini akan menjadikan manusia lalai daripada tujuan diciptakannya manusia itu sendiri, dan akankah kegemerlapan itu menjadikannya lupa kemana arah kehidupan ini yang sesungguhnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Ad-Dzariyat ayat ke-56 yang artinya,
“dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaku”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan daripada diciptakannya jin dan kita, sebagai manusia tiada lain melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya. Menjadikan dunia seakan sebagai tempat singgah kita, juga sebagai ladang investsasi kita untuk kehidupan di masa depan yang kekal abadi.
Salah satu ayat yang menerangkan bahwa, kehidupan di dunia adalah kehidupan yang sementara adalah, firman Allah pada surah Al-An’am ayat ke-32 yang artinya,
“dan tidaklah kehidupan ini hanyalah main-main dan senda gurau (semata) dan kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka, tidakkah kamu memahaminya?”
Tantangan allah juga disampaikan pada akhir ayat ini. Hal tersebut menunjukkan betapa penting dan harusnya perkara ini kita pahami dengan baik dan benar. Sehingga, kita tidak dilalaikan oleh kegemerlapan dunia yang sementara ini.
Dari ayat ini, Allah telah tegaskan bahwa dunia ini hanyalah kesenangan yang semata, dan kehidupan akhirat adalah yang lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Di samping itu, Allah juga sudah tegaskan tentang tujuan diciptakannya manusia.

ALLAH SANGAT SAYANG KEPADA KITA
Andaikan Allah abai terhadap hambanya, mungkin cukup sekali saja Allah ingatkan dan berikan himbauan pada hambanya. Akan tetapi, besarnya kasih dan sayang Allah pada hambanya, membuat Allah terus dan selalu memberikan peringatan kepada hambanya manakali ia lalai. Bahkan, dalam kenyataannya saja, Allah juga menyampaikan peringatan-peringatan penting dalam Al-Qur’an sampai lebih dari satu kali.

PESAN
Marilah, setelah kita menjadi makhluk Allah yang istimewa, kita saling berlomba-loma dalam kebaikan dan menyemangati serta menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Firman Allah dalam surah Al-‘Ashr,
“Demi masa. Sungguh manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan saling menasihati dalam kebaikan dan kedabaran”
Wallahu a’lam bishawwab
kangRosyid, Soerabadja 21/10/2018  
👇👇👇 Like and Share!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Aku Harus Ada di Dunia INI??!

Apa gunanya???